Kau bilang aku bagian terbaik dari yang terburuk
Bahwa tujuh puluh persen gelasku bukan kau tuang dari
botolmu
Mungkin sebotol anggur dengan kadar manis rendah
membuatmu lupa
Bahwa ketika masih gadis kau pernah bahagia
Mulutku menahan riak kental, ketika kau membahas tiga
sebelum tiga puluh
Jika bahagia bagimu adalah dua puluh tujuh
Maka aku lebih suka air berpuluh-puluh
mengisi gelasku, ketimbang darah yang kekentalannya
membunuh
Wahai Tuan dan Nyonya,
Gelasku kosong tak bernama