Jumat, 30 Desember 2022

Kau bilang aku bagian terbaik dari yang terburuk

Bahwa tujuh puluh persen gelasku bukan kau tuang dari botolmu

Mungkin sebotol anggur dengan kadar manis rendah membuatmu lupa

Bahwa ketika masih gadis kau pernah  bahagia

 

Mulutku menahan riak kental, ketika kau membahas tiga sebelum tiga puluh

Jika bahagia bagimu adalah dua puluh tujuh

Maka aku lebih suka air berpuluh-puluh

mengisi gelasku, ketimbang darah yang kekentalannya membunuh

 

Wahai Tuan dan Nyonya,

Gelasku kosong tak bernama

Rabu, 21 Desember 2022

Tulang Panggul

Setitik peluh di sudut pelipis

Tumpah ruah

Bersama ketergesaan yang kembang kempis

Di sela riuh rendah

Ada kubis yang dipanggul

Dan rumah yang dipikul








Gubuk Siput

Di sudut gurun, cangkang kusam bersemayam

Mengangkut rumah di punggung tangan

Menjelma iblis ditelan bayang

 

Di sudut pemukiman, tangan berkejaran

Mengais harapan

Dicekik waktu

Jadi pembakaran kayu

Hangus menjelma asap

Membumbung tinggi ke lautan biru

Agung

Di sana bersemayam anak keturunannya Di bawah batu-batu cadas dari gunung yang keras Kendati meninggalkan banyak luka istri mudanya tak pern...