“Bunga lily putih adalah yang paling dicari belakangan ini,” ucap gadis penjual bunga
itu seraya tersenyum manis pada Michelle.
“Apa maknanya?” Tanya Michelle.
“Lily memiliki arti kebangkitan hidup. Bunga ini melambangkan kesucian,
kerapuhan, dan kesederhanaan. Bunga ini juga melambangkan kasih sayang yang
diliputi duka,”
ujar gadis penjual bunga
itu dengan senyum yang sama.
Kasih sayang... yang diliputi duka. Ah, sangat pas dengan kondisi yang
sedang ia alami saat ini. Kesederhanaan? Michelle jadi teringat, dulu ibunya
juga wanita yang sangat sederhana. Begitu rapuh, sekaligus kuat—secara
emosional.
“Adakah bunga yang melambangkan kasih sayang yang tulus?” Tanya Michelle
lagi.
“Ada. Kami memiliki anggrek merah muda di sebelah sana. Melambangkan
kasih sayang yang murni.”
Michelle mengikuti arah telunjuk sang gadis penjual bunga. Ia kagum melihat warna merah
muda lembut yang terpancar indah—Namun,
masih ada yang lebih membuatnya terpesona;
Bunga mawar... berwarna merah tua.
Seolah mengerti akan arah pengelihatan Michelle, sang gadis penjual
bunga berkata, “Ah,
itu? Biasanya mawar merah memang
melambangkan cinta kasih,
namun di baliknya, bunga ini juga melambangkan kesedihan dan
penyesalan.” Sorot matanya
berubah sendu. “Bahkan dengan menatapnya saja, kau
bisa merasakan kesedihan mendalam yang terpancar dari warnanya, ‘kan?”
“Aku ambil yang ini.”
***
Mobil melaju. Michelle pergi dari toko bunga itu setelah membeli 1
tangkai lily putih, 2 tangkai mawar merah tua, dan 2 tangkai anggrek merah
muda. Mobil yang ia setir melaju hingga sampai di sebuah tempat yang
notabene-nya sepi;
Pemakaman.
Ya, hari ini adalah hari kematian ibunya, genap ke-40 harinya.
Michelle memandang hampa ke arah kanopi angkasa. Gerimis mulai turun.
Hawa dingin yang membekukan tulang. Gerimis membuatnya merindukan pelukan dan
kehangatan seorang Ibu, namun tak ada yang bisa ia lakukan selain memeluk bunga
dalam genggaman.
Perlahan ia mendekati sebuah nisan. Rangkaian bunga yang ia beli ia taruh
di samping nisan.
Ibu, kasih sayang yang kau berikan
masih sangat kuingat, dan bahkan kurindukan. Sebuah kasih sayang yang bahkan
belum sempat
kubalas dengan hal yang setimpal. Bunga ini melambangkan seluruh perasaanku kepadamu...
Jumlah bunga memiliki arti secara general. Ia membeli 5 tangkai, yang
berarti wujud cinta/kasih sayang.
Lily
putih. Bunga yang memiliki arti kerapuhan dan kesederhanaan,—persis seperti Ibunya—juga melambangkan kasih
sayang yang diliputi duka. Ya. Bahkan sampai saat ini, hatinya masih diliputi kedukaan
dan rasa sakit yang mungkin akan selalu membekas.
Anggrek merah muda. Bunga yang melambangkan cinta yang tulus, murni.
Rasa yang baru dapat ia rasakan setelah kematian sang ibu.
Dan yang terakhir... mawar merah tua. Kesedihan, penyesalan. Sedih yang
baru bisa ia rasa. Penyesalan yang baru dapat ia kecap. Semuanya—perasaan
itu—datang sejak... kematian ibunya,
tentu saja.
Kasih sayang yang selalu seolah ia tolak, tak sempat ia balas. Cinta
kasih yang selalu seolah tak dibutuhkan, tak pernah ia hiraukan. Kebahagiaan
yang terasa singkat. Tak sempat ia nikmati. Duka dan penyesalan tiada arti,
membelenggu hati si anak durhaka yang kini diliputi duka.
Tanpa ia sadari, setetes air mata terjatuh dari pelupuk matanya, seiring
rintik hujan yang mulai menderas.