Akulah pendaran
kepicikan yang lahir dari rasa dengki
Bagai kutukan yang
meremukkan nurani
Akulah bibit-bibit
rasa iri yang tersembunyi dalam kemunafikan
Terbalut mulus dalam
palsunya sebuah pujian
Akulah perasaan tak
ingin kalah dan egoisme kemenangan
Yang memperbudak
manusia bagai si gila hormat yang selalu ingin disanjung
Janganlah menyangkal,
janganlah menyangkal
Sebab tak ada makhluk
munafik yang bisa lepas dari “penyakit hati”
Walau hanya sedikit,
sudahlah cukup untuk menanam duri
Segala yang bagai
racun
Teracik indah di
dalam hati yang menyimpan ramuan dengki
Ditambah bumbu utama
yang layaknya resep rahasia
Berupa perasaan egois
merasa dirinya yang terbaik
Akulah musuh besar
umat manusia
Sang egosentrik dan
rasa iri