Minggu, 04 September 2016

Egosentrik


Akulah pendaran kepicikan yang lahir dari rasa dengki

Bagai kutukan yang meremukkan nurani

Akulah bibit-bibit rasa iri yang tersembunyi dalam kemunafikan

Terbalut mulus dalam palsunya sebuah pujian

Akulah perasaan tak ingin kalah dan egoisme kemenangan

Yang memperbudak manusia bagai si gila hormat yang selalu ingin disanjung

Janganlah menyangkal, janganlah menyangkal

Sebab tak ada makhluk munafik yang bisa lepas dari “penyakit hati”

Walau hanya sedikit, sudahlah cukup untuk menanam duri

Segala yang bagai racun

Teracik indah di dalam hati yang menyimpan ramuan dengki

Ditambah bumbu utama yang layaknya resep rahasia

Berupa perasaan egois merasa dirinya yang terbaik

Akulah musuh besar umat manusia

Sang egosentrik dan rasa iri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Agung

Di sana bersemayam anak keturunannya Di bawah batu-batu cadas dari gunung yang keras Kendati meninggalkan banyak luka istri mudanya tak pern...